Dugaan Korupsi Alkes Rp28 Miliar di RSUD Lahat Mandek, Publik Pertanyakan Progres Penyidikan
Dugaan Korupsi Alkes Rp28 Miliar di RSUD Lahat Mandek, Publik Pertanyakan Progres Penyidikan-Reri Alfian -Reri Alfian
Lahatpos.co – Aroma dugaan korupsi proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) di RSUD Lahat kian menjadi sorotan. Anggaran yang bersumber dari APBD Tahun 2024 dengan nilai mencapai Rp28 miliar disebut-sebut berpotensi menimbulkan kerugian negara dalam jumlah besar.
Perkara ini sejatinya telah naik ke tahap penyidikan pada Desember 2025 lalu. Sejumlah saksi diketahui telah dipanggil dan diperiksa oleh aparat penegak hukum. Namun, setelah itu perkembangan kasus terkesan berjalan di tempat. Hingga kini belum ada penetapan tersangka maupun informasi terbuka terkait progres penanganannya.
Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Lahat, Rio Purnama, S.H., M.H., saat dikonfirmasi hanya menyampaikan jawaban singkat.
"Masih ditindaklanjuti dan masih dalam tahap penyidikan,” ujarnya, Jumat (27/02).
BACA JUGA:Video Dugaan Pungli Viral, Polres Lahat Amankan Dua Terduga Pelaku
Pernyataan tersebut dinilai belum cukup menjawab kegelisahan publik. Pasalnya, penyidikan telah berlangsung selama beberapa bulan tanpa adanya perkembangan signifikan yang diumumkan ke masyarakat.
RSUD sebagai fasilitas layanan kesehatan publik memiliki peran vital bagi masyarakat. Dugaan penyimpangan dalam proyek pengadaan alkes dinilai bukan sekadar persoalan administrasi atau keuangan, melainkan menyangkut kualitas pelayanan kesehatan bagi warga.
Salah satu pemerhati pemerintahan Kabupaten Lahat, Dedi Firmansyah, turut angkat bicara. Ia mengingatkan agar proses hukum berjalan transparan dan tidak mencederai kepercayaan masyarakat.
“Masyarakat masih percaya pada kejaksaan. Tapi jangan sampai kepercayaan itu dikhianati dengan praktik kongkalikong. Kalau sampai ada permainan, amarah publik bisa meledak,” tegasnya.
BACA JUGA:Kemenag Lahat dan Bupati Gelar Safari Ramadhan di Masjid Al-Kautsar
Menurutnya, di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, masyarakat semakin sensitif terhadap dugaan praktik korupsi, terlebih jika menyangkut proyek strategis seperti rumah sakit.
Kasus ini pun disebut-sebut telah memiliki titik terang. Jika memang alat bukti dinilai cukup, publik berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas dan profesional sesuai ketentuan yang berlaku.
Kini perhatian masyarakat Lahat tertuju pada kelanjutan proses hukum perkara tersebut. Publik menanti langkah konkret aparat penegak hukum untuk memastikan penanganan kasus berjalan transparan, akuntabel, dan tidak tebang pilih. (Reri)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


