Hebatnya Ahmad Usmarwi Kaffah, Dilantik Jadi Wakil Bupati sekaligus Plt Bupati Muara Enim

Hebatnya Ahmad Usmarwi Kaffah, Dilantik Jadi Wakil Bupati sekaligus Plt Bupati Muara Enim

Wakil Bupati Muara Enim Ahmad Usmarwi Kaffah dan istrinya.--

MUARA ENIM, LAHATPOS.CO – Jabatan Wakil Bupati Muara Enim diberikan kepada Ahmad Usmarwi Kaffah. Kader Partai Demokrat. Hebatnya lagi, Ahmad Usmarwi Kaffah juga menjadi Plt Bupati Muara Enim. Nah, Ahmad Usmarwi Kaffah mendapatkan mandat khusus dari Gubernur Sumsel Herman Deru.

Ahmad Usmarwi Kaffah mengatakan, setelah dilantik  oleh Gubernur Sumsel Herman Deru sebagai Wabup, Ahmad Usmarwi Kaffah menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim.

Menurutnya, dalam pesan Gubernur Herman Deru ada yang manarik karena sangat relevan dengan kondisi Kabupaten Muara Enim.

Pertama Pak Gubernur mengingatkan kepada saya agar teliti dan detail terhadap informasi, tugas dan data apaun harus teliti, diigat dan harus dipahami.

Kemudian untuk update informasi, artinya informasi itu tidak hanya didalam kantor tapi juga sampai ke tingkat bawah agar menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan.

Selanjutnya kemandirian, tidak hanya dipahami senagai kewenangan untuk membuat peraturan tapi juga kemandirian daerah dalam menuju kesejahteraan masyarakat. 

"Bagi saya itu mandat yang beliau berikan kepada saya secara khsusus," tutupnya.

Gubernur Sumsel H Herman Deru mengambil Sumpah Jabatan dan Pelantikan Wakil Bupati Muara Enim, Ahmad Usmarwi Kaffah sisa Masa Jabatan Tahun 2018-2023 di Griya Agung Palembang, Rabu (25/1).

Sebagai Gubernur Herman Deru mengharapkan agar Wabup Muara Enim yang baru dilantik untuk bekerja secara  detail dalam menjalankan roda pemerintahan sehingga tidak ada ruang publik yang tak tersentuh utamanya dalam memenuhi  selera masyarakat.

Artinya ada berita itu yang tidak ada korelasi tapi membuat kita mempertimbangkan untuk memutuskan sesuatu. Ini berlaku kepada semua pihak termasuk Wabup Muara Enim. 

Jangan sampai dalam organisasi apalagi berkaitan dengan masyarakat ada yang tidak terpantau ini yang paling penting mulai dari kades, lurah hingga camat," ujarnya.

Menurut Herman Deru sebagai pemimpin daerah harus juga punya legitimasi, dimana pemimpin yang mendapat pengakuan. 

Tak hanya itu Herman Deru juga mengibaratkan setiap pemimpin itu seperti Dirigen dari orkestra, demikian juga dengan  pimpinan daerah.  

Sebagai pemimpin mempunyai tanggungjawab kepada pemerintahan, pembangunan dan juga masyarakat termasuk keuangan dan anggaran.

Sumber: