Menelusuri Sejarah Gunung Tambora, Gunung Api yang Mengubah Dunia!

Menelusuri Sejarah Gunung Tambora, Gunung Api yang Mengubah Dunia!

Menelusuri Sejarah Gunung Tambora, Gunung Api yang Mengubah Dunia!-net: foto-

LAHAT.CO - Gunung Tambora merupakan salah satu Gunung api paling terkenal di Indonesia.

Gunung yang berada di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, ini tidak hanya memiliki pemandangan alam yang menarik, tetapi juga menyimpan sejarah letusan dahsyat yang tercatat dalam sejarah dunia.

Peristiwa tersebut terjadi pada April 1815 dan menjadi salah satu letusan gunung berapi terbesar yang pernah diketahui manusia.

Sebelum letusan besar, Gunung Tambora diperkirakan memiliki ketinggian sekitar 4.000 meter di atas permukaan laut. Letusan pada 1815 mengubah bentuk gunung secara drastis.

BACA JUGA:Sejarah Gunung Kerinci, Gunung Tertinggi di Sumatra yang Sarat Kisah!

Aktivitas vulkanik yang sangat kuat menyebabkan sebagian besar tubuh gunung runtuh dan membentuk kaldera berukuran sangat besar. Setelah letusan, ketinggian Tambora menjadi jauh lebih rendah dibandingkan sebelumnya.

Letusan Tambora mulai menunjukkan peningkatan aktivitas beberapa bulan sebelum puncaknya. Pada April 1815, suara ledakan dan semburan material vulkanik terdengar hingga wilayah yang sangat jauh.

Puncak letusan terjadi pada 10 hingga 11 April 1815. Abu vulkanik dan material hasil erupsi terlontar ke atmosfer dalam jumlah sangat besar.

Dampak letusan tidak hanya dirasakan masyarakat di sekitar Gunung Tambora.

Abu dan partikel vulkanik yang tersebar di atmosfer memengaruhi kondisi iklim dalam skala luas. Tahun 1816 bahkan dikenal sebagai “Tahun Tanpa Musim Panas” di sejumlah wilayah Eropa dan Amerika Utara.

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Gunung Sinabung, Jejak Letusan dan Perubahan Alam di Tanah Karo!

Perubahan cuaca tersebut menyebabkan gagal panen dan menimbulkan kesulitan pangan di berbagai daerah.

Di sekitar Tambora, letusan juga menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar serta menghancurkan permukiman dan lingkungan.

Sejumlah kerajaan dan masyarakat yang tinggal di Pulau Sumbawa turut mengalami dampak berat akibat abu, aliran material vulkanik, tsunami, penyakit, dan kelaparan setelah erupsi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: