Dari Angka ke Aksi: Menata Pasar Kerja Lahat Menyongsong Sensus Ekonmi 2026 (SE2026)
Fryska Maharani (Mahasiswi STIS Semester 7) menulis artikel judul: Dari Angka ke Aksi: Menata Pasar Kerja Lahat Menyongsong Sensus Ekonmi 2026 (SE2026).-foto: lahatpos.co-
Dari Angka ke Aksi: Menata Pasar Kerja Lahat Menyongsong Sensus Ekonmi 2026 (SE2026)
Oleh: Fryska Maharani (mahasiswi STIS semester 7)
Pengangguran merupakan salah satu persoalan fundamental dalam pembangunan ekonomi, baik pada level nasional maupun daerah. Fenomena ini tidak sekadar menunjukkan ketidakseimbangan antara pertumbuhan angkatan kerja dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, tetapi juga mencerminkan lemahnya daya serap pasar tenaga kerja terhadap potensi sumber daya manusia yang ada.
Tingginya angka pengangguran dapat menghambat pertumbuhan ekonomi karena melemahkan daya beli masyarakat dan menekan aktivitas produksi.
Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat memperlebar ketimpangan sosial, karena hanya sebagian kelompok yang mampu menikmati hasil pembangunan sementara yang lain tertinggal tanpa akses pada pekerjaan layak.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pengangguran didefinisikan sebagai angkatan kerja yang sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan, atau sudah memiliki pekerjaan namun belum mulai bekerja (BPS, 2024).
Untuk mengukur kondisi pasar tenaga kerja, BPS menggunakan indikator Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), yaitu persentase jumlah penganggur terhadap total angkatan kerja (BPS, 2024).
TPT dianggap sebagai indikator penting karena dapat menggambarkan kemampuan suatu wilayah dalam menyerap tenaga kerja yang tersedia.
Kondisi pengangguran di Kabupaten Lahat menunjukkan tren menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data BPS Kabupaten Lahat, TPT berhasil ditekan dari 4,02% pada 2022 menjadi 3,41% pada 2023, dan kembali menurun menjadi 3,11% pada 2024.
Penurunan ini terjadi di tengah dinamika jumlah angkatan kerja yang sempat meningkat tajam dari 219,95 ribu orang pada 2022 menjadi 248,27 ribu pada 2023, lalu sedikit turun ke 245,96 ribu pada 2024.
Peningkatan jumlah angkatan kerja sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk yang bekerja, yang naik hingga 239,8 ribu orang pada 2023 sebelum sedikit menurun pada 2024.
Artinya, meskipun tekanan jumlah pencari kerja sempat meningkat, pasar kerja di Kabupaten Lahat masih mampu menyerap sebagian besar tenaga kerja baru sehingga tingkat pengangguran tetap menurun.
Kondisi ini juga tidak terlepas dari kinerja ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi Lahat tercatat cukup tinggi, yakni 6,73% pada 2023, meski melambat menjadi 5,11% pada 2024.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: