Begini Harga Getah Karet di Kikim Area, Jumlah Tauke Karet Berkurang

Begini Harga Getah Karet di Kikim Area, Jumlah Tauke Karet Berkurang

Petani karet di Desa Karang Endah Kecamatan Kikim Timur.--

LAHAT, LAHATPOS.CO - Harga getah karet di Kikim Area Kabupaten Lahat masih rendah. Hal ini diperburuk dengan kondisi cuaca yang  sering hujan, membuat petani karet tak bisa berbuat banyak.

Petani karet di Desa Karang Endah Kecamatan Kikim Timur mengaku tidak dapat berbuat banyak dengan kondisi harga yang tidak bersahabat. 

Dewi, salah satu petani yang masih bertahan dengan kebun karet ini mengatakan, harga karet kini hanya dibandrol Rp8.000 perkilogram. 

"Sebenarnya nyadap karet hanya sebagai sampingan. Keluarga saya masih bertahan menyadap karet," katanya, Kamis, 30 Maret 2023.

BACA JUGA:Pemerintah Desa Prabu Menang Salurkan Bantuan Sembako PT Bukit Asam

Lanjutnya, dengan harga segitu, sebenarnya penghasilan dari menyadap karet masih dikatakan menguntungkan dengan hitungan kerja satu hingga dua jam. 

Tetapi kembali kepada para petani masing-masing.

"Kalau ditekuni masih lumayan dengan harga segitu. Tapi kebutuhan hidup setiap orang berbeda-beda," ujarnya.

Tidak hanya sampai disitu, dengan tidak adanya kenaikan harga jual getah karet, menjadi alasan kuat para petani tidak menekuni menyadap karet lagi.

BACA JUGA:Kopi Gending Sriwijaya, Kopi Khas Sumsel

"Kalau dulu dimana-mana ada yang namanya tauke karet. Sekarang tinggal satu dua saja. Yang banyak itu toke sawit," ujarnya.

Kondisi ini juga semakin diperparah dengan masuknya musim penghujan yang kerap melanda Kabupaten Lahat Khusus nya di wilayah Kikim Area  sejak mendekati awal 2023.

"Sudah hampir tiga bulan hujan terus di daerah kami ini. Kalau sudah gitu, getah yang dihasilkan di batang jadi jauh dan kualitasnya juga kurang bagus," katanya. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: