Antisipasi Banjir dan Cegah DBD, Unsur Tripika Jarai Bersihkan Drainase

Antisipasi Banjir dan Cegah DBD, Unsur Tripika Jarai Bersihkan Drainase

Unsur Tripika Kecamatan Jarak melakukan gotong royong bersihkan drainase di wilayah Jarai-Wahyu/LAHATPOS.CO-

LAHATPOS.CO, Jarai- Cuaca tidak menentu seperti saat ini atau yang dikenal musim pancaroba, merupakan momentum berbagai penyakit menyerang, seperti penyakit DBD, diare, batuk pilek, dan berbagai jenis penyakit lainnya. Untuk itu unsur tripika Kecamatan Jarai  mulai melakukan antisipasi adanya kasus demam berdarah dengue (DBD). 

Salah satu cara mencegah adanya penyakit DBD yang menyerang, dengan melakukan gotong-royong membersihkan lingkungan. Seperti yang dilakukan unsur tripika Jarai, yang meliputi Polsek Jarai, Koramil 405/08 Jarai, dan Kecamatan Jarai, kompak membersihkan parit atau drainase di lingkungan wilayah Kecamatan Jarai.

Camat Jarai Reyno Delfansyah melalui Sekcam Darmin mengatakan, kegiatan ini merupakan atas inisiatif dari unsur tripika, dengan menggerakkan sejumlah pegawai dan petugas di instasi masing-masing, bersama-sama membersihkan drainase di lingkungan Kecamatan Jarai, supaya air tetap bisa mengalir dan parit bersih, agar tidak terjadi tempat sarang nyamuk.

"Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi untuk berbuat seperti ini. Karena kita sebagai contoh dari masyarakat," ucapnya, Rabu (30/11).

Kegiatan ini juga, dikatakan Darmin, bukan kali pertama, sebelumnya sudah pernah dilakukan. Tepatnya saat curah hujan di wilayah Kecamatan Jarai, mulai mengkhawatirkan.

"Selain antisipasi BDB, kegiatan ini juga merupakan penanganan agar tidak terjadi banjir saat curah hujan tinggi," jelasnya.

Sementara itu Kapolsek Jarai IPTU Irsan Rumsi mengajak masyarakat, untuk bahu membahu peduli terhadap lingkungan, dengan cara tidak membuang sampah sembarangan, agar tidak terjadinya tempat jentik-jentik nyamuk berkembang biak.

"Hidup sehat dimulai dari lingkungan yang bersih, mari kita  sama-sama menjaga wilayah Kecamatan Jarai dari kotoran sampah agar terhindar dari penyakit DBD," harapnya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Jarai dr Icah Paramitri menjelaskan, meski di Kecamatan Jarai belum ada kasus DBD. Gejala DBD, biasanya ditandai dengan demam selama tiga hari tanpa flu, disertai dengan dehidrasi dan diare serta nafsu makan berkurang.

"Apabila terdapat gejala tersebut segera melakukan pemeriksaan ke puskesmas, untuk mendapat tindakan secepatnya," tandasnya. (Why)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: