Partai Gelora HUT RI
PKB LAHAT HUT RI KE 77
HUT RI KE 77 DARI DPC PARTAI DEMOKRAT LAHAT
SRI MARHAENI HUT RI
BARMAWI HUT RI KE 77
Ucapan HUT RI ke 77 dari PT PAMA
Baner Lomba Video Kreatif
GP ANSOR

Tasrih Menjadi Syarat Bagi Jemaah Masuk Raudhah

Tasrih Menjadi Syarat Bagi Jemaah Masuk Raudhah

Jemaah haji Lahat tergabung dalam kloter 8 PLM sedang antri memasuki Raudhah.-Foto : Gandil for lahatpos.co-

LAHATPOS.CO, Madinah - Pelaksanaan ziarah ke Raudhah, makam Rosulullah Muhammad SAW. Sayyidina Abu Bakar Shiddiq ra, dan Sayyidina Umar Ibnu Khoththob ra, dilaksanakan dua gelombang. Dan, ini harus ada Tasrih (surat izin bagi jemaah untuk bisa masuk ke Raudhah) dari muassasah Madinah.

Artinya setelah Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia ((TPIHI) Kloter 8 memberikan tasrih kepada petugas yang mengaturnya, maka jemaahnya baru diperkenankan mengambil tempat antrian.


Jemaah haji Lahat perempuan juga antri masuk Raudhah. -Foto : Gandil for lahatpos.co-

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lahat, Drs H Rusidi Dja’far MM, melalui Karom 8 PLM, HM Gandil Syakni menjelaskan, Tasrih adalah, sebagai upaya dari muassasah agar semua jemaah memiliki kesempatan yang sama berdo'a di Raudhah, ziarah ke makam Rosulullah Muhammad saw, Kholifah Abu Bakar Shiddiq ra. Khotifah Umar bin Khottob ra.

“Masing-masing jemaah diberikan ruang dan waktu yang sama. Apabila jemaah kloter 8 PLM belum keluar dari Raudhah, maka jemaah kloter yang lainnya masih harus tertib menunggu antrian setelahnya,” terangnya, Jumat (05/08/2022).

BACA JUGA:Wakili Kabupaten Lahat, Afiqah Raih Juara Harapan 1 Lomba Balita Sehat dan Cerdas Provinsi Sumsel

Untuk masuk ke Raudhah dibagi dua gelombang;  gelombang pertama husus ibu-ibu (56 orang) jemaah Lahat dimulai dari pukul 06.00 WAS sampai selesai. Gelombang kedua khusus bapak-bapak (46 orang) jemaah Lahat dimulai dari pukul 16.35 WAS sampai selesai, yang tentunya bergabung dengan jemaah lainnya dalam kloter 8 PLM.

“Alhamdulillah jemaah Kabupaten Lahat tetap semangat dan sehat kendati cuaca cukup panas,” ujarnya.

Semoga ritual ini akan semakin memperkokoh tekad dan kesadaran ummat Nabi Muhammad saw untuk berjuang li i'la i kalimatillah.  

“Mohon doa dari sanak keluarga di tanah air, agar sisa waktu di Madinah mampu dimanfaatkan dengan maksimal,” ucapnya.

Sumber: