HP Mulai Ditinggalkan di 2026, Ramai-ramai Beralih ke Penggantinya
HP Mulai Ditinggalkan di 2026, Ramai-ramai Beralih ke Penggantinya-Reri Alfian -Reri Alfian
Lahatpos.co - Tahun 2026 diprediksi menjadi titik balik besar dalam sejarah teknologi personal. Perangkat yang selama lebih dari satu dekade menjadi pusat kehidupan digital manusia—handphone atau HP—perlahan mulai ditinggalkan. Perubahan perilaku pengguna, kejenuhan inovasi, serta hadirnya teknologi baru membuat posisi HP tidak lagi sekuat sebelumnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, tanda-tanda penurunan ketergantungan pada HP sudah mulai terlihat. Waktu penggunaan layar cenderung stagnan, bahkan menurun di sejumlah kelompok usia. Pengguna tidak lagi sering mengganti perangkat setiap tahun karena peningkatan spesifikasi dianggap tidak signifikan. Kamera sedikit lebih baik, prosesor sedikit lebih cepat, namun pengalaman penggunaan terasa sama.
Pada 2026, kondisi ini mencapai puncaknya. Banyak pengguna mulai beralih ke perangkat pengganti yang menawarkan pengalaman lebih praktis, imersif, dan terintegrasi langsung dengan aktivitas sehari-hari.
Salah satu pengganti utama HP adalah perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan. Kacamata pintar generasi terbaru, misalnya, memungkinkan pengguna menerima pesan, melakukan panggilan, menavigasi peta, hingga menerjemahkan bahasa secara real-time tanpa harus menatap layar. Interaksi dilakukan melalui suara, gerakan mata, atau sentuhan ringan di bingkai kacamata.
Selain itu, asisten AI personal kini tidak lagi terbatas pada aplikasi di HP. Mereka hadir sebagai sistem mandiri yang selalu aktif, memahami kebiasaan pengguna, dan mampu mengambil keputusan sederhana secara otomatis. Mulai dari menjadwalkan rapat, membalas pesan singkat, hingga mengatur perangkat rumah pintar—semuanya dapat dilakukan tanpa membuka ponsel.
Faktor lain yang mempercepat ditinggalkannya HP adalah kelelahan digital. Banyak orang merasa jenuh dengan notifikasi tanpa henti, doomscrolling, dan ketergantungan layar. Perangkat baru justru menawarkan konsep “screenless interaction”, di mana teknologi bekerja di latar belakang tanpa menuntut perhatian visual terus-menerus.
Dari sisi industri, produsen teknologi juga mulai mengalihkan fokus. Investasi besar tidak lagi sepenuhnya diarahkan ke HP, melainkan ke ekosistem perangkat: wearable, perangkat audio pintar, implan kesehatan non-invasif, hingga teknologi augmented reality. HP tidak langsung menghilang, tetapi perannya berubah menjadi perangkat pendukung, bukan pusat utama.
Di dunia kerja, perubahan ini terasa jelas. Rapat virtual dapat dihadiri melalui kacamata AR, catatan otomatis dibuat oleh AI, dan komunikasi tim berlangsung lewat perintah suara. Di sektor pendidikan, siswa tidak lagi terpaku pada layar ponsel, melainkan belajar melalui visualisasi interaktif yang muncul langsung di lingkungan sekitar mereka.
Meski begitu, tidak semua orang akan langsung meninggalkan HP sepenuhnya. Di banyak wilayah, HP masih menjadi perangkat paling terjangkau dan multifungsi. Namun tren global menunjukkan arah yang jelas: dominasi HP mulai memudar.
Tahun 2026 bukanlah akhir dari HP, melainkan awal dari era baru teknologi personal. Perangkat yang lebih menyatu dengan manusia, lebih cerdas, dan lebih “tidak terlihat” perlahan mengambil alih peran yang selama ini dipegang oleh ponsel. Sejarah teknologi kembali membuktikan satu hal: tidak ada perangkat yang benar-benar abadi.***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
