MENGENAL DIABETES MELLITUS
MENGENAL DIABETES MELLITUS BY. Abdul Somad, S.Kep,Ns.M.Kes dari Poltekkes Kemenkes Palembang Prodi Keperawatan Lahat.-foto: lahatpos.co-
Akibat meningkatnya difusi cairan dari intrasel ke dalam vaskuler menyebabkan penurunan volume intrasel sehingga efeknya adalah dehidrasi sel. Akibat dari dehidrasi sel mulut menjadi kering dan sensor haus teraktivitas menyebabkan seseorang haus terus dan ingin selalu minum (polidipsia)
c. Poliphagia (banyak makan)
Karena glukosa tidak dapat masuk ke sel akibat dari menurunnya kadar insulin maka produksi energi menurun, penurunan energi akan menstimulasi rasa lapar. Maka reaksi yang terjadi adalah seseorang akan lebih banyak makan (poliphagia)
d. Penurunan berat badan karena glukosa tidak dapat ditransport ke dalam sel maka sel kekurangan cairan dan tidak mampu mengadakan metabolisme, akibat dari itu maka sel akan menciut, sehingga seluruh jaringan terutama otot mengalami atrofi dan penurunan secara otomatis
3. Klasifikasi
a. Diabetes Melitus Tipe-1
Diabetes Melitus tipe-l adalah penyakit hiperglikemia akibat ketiadaan insulin absolut. Penyakit ini disebut Diabetes Melitus tergantung insulin / Insulin Dependent Diabetes Melitus (IDDM). Pengidap penyakit ini harus mendapat insulin pengganti. Diabetes tipe-1 biasanya dijumpai pada orang yang tidak gemuk berusia kurang dari umur 30 tahun.
Faktor penyebab yang menjadi penyebab pada Diabetes Melitus tipe-l adalah infeksi virus atau reaksi auto-imun (rusaknya sistem kekebalan tubuh).
Pada individu yang rentan (Suceptible) terhadap Diabetes tipe-1 terdapat adanya ICA (Islet Cell Antibodi) yang meningkat kadar nya oleh karena beberapa faktor pencetus seperti infeksi virus diantaranya virus cocksakie, rubella, CMV, herpes, dan lain-lain hingga timbul peradangan pada sel beta (Insulitis) yang akhirnya menyebabkan kerusakan permanen pada sel beta namun biasanya sel alfa dan sel delta masih tetap ututh.
Oleh karena itu, pada tipe ini pankreas sama sekali tidak dapat menghasilkan insulin. Untuk bertahan hidup insulin harus diberikan dari luar dengan cara disuntikkan. Sampai sekarang belum ada cara lain karena jika diminum, insulin akan dirusak asam lambung.
b. Diabetes Melitus Tipe-2
Dari seluruh penderita Diabetes Melitus (DM) jumlah penderita Diabetes tipe-2 adalah paling banyak, yaitu 90-99%. Diabetes. Melitus Tipe-2 berkembang sangat lambat, sampai bertahun-tahun. Oleh karena itu, gejala dan tanda-tandanya sering kali tidak jelas.
Diabetes Tipe-2 biasanya memiliki riwayat keturunan Diabetes. Apabila tidak ada gejala klasik yang biasa dikeluhkan adalah cepat lelah, berat badan turun walaupun banyak makan. Kadang-kadang bahkan ada Diabetesi yang sama sekali tidak merasakan perubahan.
Diabetes Melitus tipe-2 adalah penyakit hiperglikemia akibat insensitifitas sel terhadap insulin, Kadar insulin mungkin sedikit menurun atau berada dalam rentang normal. Karena insulin tetap dihasilkan oleh sel-sel beta pankreas, Diabetes Melitus tipe-2 biasanya timbul pada orang yag berusia lebih dari 30 tahun, Penderita Diabetes tipe-2 tidak mutlak memerlukan suntikan insulin karena pankreasnya masih menghasilkan insulin.
Insulin tersebut masih diproduksi namun jumlahnya tidak mencukupi, Selain itu juga kerja insulin tidak efektif karena hambatan pada kerja insulin (Resistensi Insulin). Oleh karena itu obat yang diberikan pada penderita Diabetes tipe-2 adalah untuk memperbaiki resistensi insulin dan membantu pankreas meningkatkan kembali produksi insulin.
c. Diabetes Melitus Gestasional
Diabetes gestasional adalah diabetes yang munculnya pada masa kehamilan. Biasanya muncul pada minggu ke-24 (bulan keenam).
Diabetes gestasional biasanya menghilang sesudah melahirkan. Namun pada hampir setengahnya. Diabetes kemudian akan muncul kembali, keadaan tersebut bisa disebut Diabetes tipe-2 atau tetap disebut Diabetes gestasional.
Diabetes pada kehamilan, jika tidak dikendalikan dengan baik, dapat berdampak buruk bagi bayi dan ibu. Bayi dapat tumbuh lebih besar dari normal (Makrosomnia), yaitu berat lahirnya lebih dari 4 kg.
Pengobatan untuk Diabetes jenis ini adalah dengan memberikan suntikan insulin. Diabetes gestasional pada prinsipnya berbeda dengan kehamilan yang timbul pada seorang penderita Diabetes tetapi prinsip pengobatannya sama.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: