Lahatpos.co – Perum Bulog Cabang Lahat terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Hingga saat ini, Bulog Lahat telah menyerap padi lokal berupa gabah kering panen (GKP) yang mencapai 800 ton dari petani di Kabupaten Lahat lada tahun 2025.
Saat ini para petani mulai banyak menjual gabah hasil panen mereka ke Bulog,” ujar Pimpinan Bulog Lahat, Denny Suryadi.
Denny menjelaskan, serapan gabah tersebut merupakan bagian dari penugasan pemerintah pusat yang mendapat atensi langsung dari Presiden. Dalam pelaksanaannya, Bulog membeli gabah kering panen dari petani dengan harga yang stabil guna menjaga kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketersediaan stok pangan.
Menurut Denny, pada tahun 2025 lalu Bulog Cabang Lahat berhasil menyerap 800 ton gabah kering panen dari petani di Kabupaten Lahat. Sementara itu, untuk keseluruhan wilayah kerja Bulog Cabang Lahat yang meliputi enam kabupaten dan kota, total serapan gabah kering panen mencapai 1.500 ton.
BACA JUGA:Isu Oknum Kades Diamankan Anggota Satnarkoba, Polisi Masih Lakukan Interogasi
“Lebih dari separuh gabah kering panen tersebut dipasok dari Kabupaten Lahat dengan harga beli sebesar Rp6.500 per kilogram,” jelasnya.
Serapan beras lokal tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan program Asta Cita Presiden dalam mendukung swasembada pangan nasional. Gabah hasil serapan petani selanjutnya akan diolah menjadi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Pada tahun 2026, Bulog Cabang Lahat juga berencana kembali melakukan serapan gabah kering panen dari petani. Kegiatan tersebut akan dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai mitra, seperti TNI, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, serta pelaku usaha penggilingan padi.
Denny berharap, melalui sinergi dengan berbagai pihak, serapan gabah kering panen dari masyarakat dapat berjalan lebih maksimal, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Lahat dan sekitarnya.***