Dalam diskusi tersebut, jajaran Pemda menyampaikan komitmen kolaborasi untuk memperkuat strategi pengentasan kemiskinan di Kabupaten Lahat.
Asisten 1 menyampaikan pentingnya data BPS dalam mendukung terwujudnya kebijakan pembangunan untuk mewujukan visi misi Bupati Lahat, Menata Kota Membangun Desa. Kepala Dinas Kominfo SP selaku walidata berkomitmen untuk terus bersinergi lintas OPD untuk mendorong upaya percepatan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Lahat.
Kepala Dinas Dukcapil menekankan pentingnya layanan administrasi kependudukan yang inklusif melalui program jemput bola. Sekretaris Dinas Sosial melaporkan pelaksanaan program Beasiswa Anak Lahat Jadi Sarjana (BELADAS) dan Kampung Usaha Peningkatan Ekonomi Keluarga (KAMPEK) yang menyasar masyarakat desil 1-5 untuk pemberdayaan ekonomi keluarga.
Sementara Dinas Koperasi dan UKM terus mengembangkan Koperasi Merah Putih serta pendampingan UMKM di Kabupaten Lahat. Selain itu juga terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), akan dibangun 15 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah 3T yang tentunya akan berdampak pada pengentasan kemiskinan di desa.
Kepala Bappeda Kabupaten Lahat menambahkan bahwa pihaknya optimis angka kemiskinan di Lahat dapat ditekan hingga satu digit sebelum akhir masa jabatan Bupati.
“Dengan sinergi lintas sektor dan pemanfaatan data yang berkualitas, kami yakin target ini dapat tercapai,” ujarnya.
Kepala BPS Muara Enim, Mukti Riadi, S.ST., M.Si dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa perkembangan harga harus terpantau dan menjadi sinyal yang kuat sebagai arah pengentasan kemiskinan di daerah. Ia menegaskan bahwa Program MBG harus dikawal oleh Pemda dengan serius, terutama terkait fluktuasi harga komoditas utama seperti daging ayam dan telur yang mengalami gejolak dalam beberapa pekan terakhir.
Stabilitas harga dan kelancaran rantai pasok bahan pangan penopang MBG menjadi kunci agar program tetap berjalan efektif. Diperlukan mekanisme pengendalian harga yang terintegrasi dari supplier ke SPPG melalui perjanjian kerja sama, sehingga program MBG tidak hanya menjaga kecukupan gizi tetapi juga berkontribusi terhadap kestabilan harga dan kesejahteraan masyarakat.
Kepala BPS Kabupaten Lahat, Dedi Fahlevi, M.Si. menegaskan komitmen akan terus mengawal kualitas data di setiap pendataan BPS serta siap bersinergi dengan Pemda dalam memberikan insight data strategis yang dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan di lingkup Kabupaten Lahat. Kolaborasi dalam setiap lini perlu untuk terus dikuatkan dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Kegiatan Coffee Morning ini menjadi bentuk komitmen bersama antara BPS dan jajaran Pemda Lahat untuk memperkuat sinergi data serta kolaborasi dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Lahat. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya di Bumi Seganti Setungguan. (*)