Di tempat yang sama Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengungkapkan bahwa mempertimbangkan kondisi perekonomian global dan nasional serta berbagai indikator dini, pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan pada keseluruhan tahun 2022 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2021.
Bahkan menurutnya perbaikan aktivitas perekonomian global dan domestik mendorong peningkatan kinerja perekonomian Sumatera Selatan baik dari sisi permintaan maupun lapangan usaha.
Percepatan dan perluasan program vaksinasi juga menumbuhkan optimisme para pelaku usaha dan mendorong kinerja di beberapa sektor.
Adapun pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan pada tahun 2022 diproyeksikan tumbuh pada kisaran 4,18% - 5,78% (yoy) yang didukung oleh perbaikan pada hampir seluruh komponen terutama konsumsi dan investasi, serta membaiknya kinerja lapangan usaha (LU) antara lain LU pertambangan dan penggalian, LU industri pengolahan, LU pertanian, kehutanan dan perikanan, serta LU perdagangan besar dan eceran.
Sementara itu, perkembangan inflasi di tahun 2022 juga diperkirakan akan meningkat dibandingkan tahun 2021, namun tetap berada di dalam kisaran target inflasi nasional.
Perbaikan perekonomian akan meningkatkan daya beli masyarakat seiring dengan peningkatan pendapatan sebagai dampak peningkatan aktivitas ekonomi. Inflasi 2022 diperkirakan meningkat pada seluruh kelompok yakni volatile food, administered price, dan core inflation.
Sejauh ini terang Herman Deru Pemprov Sumsel juga telah melakukan upaya – upaya Program dan Kegiatan Terobosan dalam rangka memantapkan dan memulihkan ekonomi Sumatera Selatan dengan melakukan 8 (delapan) strategi yakni pertama Pengembangan Industri Hilirisasi Sumber Daya Alam. Hal ini dilakukan dengan mendorong Industri Hilirisasi Sumber Daya Alam berorientasi ekspor.
Kedua Pengembangan UMKM agar naik kelas. Mendorong Digitalisasi UMKM, Kredit Usaha Rakyat (KUR), Bantuan Teknologi dan Pendampingan. Ketiga Pembangunan Infrastruktur yang merata. Dengan pemerataan infrastruktur ke desa, percepatan penyelesaian PSN.
Keempat Optimalisasi belanja pemerintah (APBN dan APBD). Dengan Percepatan Penyerapan APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten Secara efektif dan berdayaguna.
Kelima Pengembangan sumber pertumbuhan baru. Dengan mengembangkan ekonomi kreatif, industry kreatif, dan pariwisata. Serta Keenam Revitalisasi Sektor Pertanian. Dengan revitalisasi pertanian, tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan.
Ketujuh melakukan Peningkatan Investasi. Dengan menarik investasi sebesar-besarnya untuk membuka lapangan pekerjaan dan kemajuan daerah.
Kemudian kedelapan Perubahan mindset dari “Pembeli” menjadi “penghasil”. Dengan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) untuk merubah pola fikir dari “pembeli” menjadi “penghasil” melalui pemanfaatan pekarangan. Bagi rumah tangga miskin dibantu sarana dan prasarana budidaya.
"Selain itu Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga memiliki 5 (lima) Prioritas Pembangunan Daerah Tahun 2022 di antara ya 1. Percepatan Penurunan Tingkat Kemiskinan dan Stunting. 2. Pembangunan Ekonomi Kerakyatan melalui Peningkatan Produktivitas Pertanian, Investasi, Industri, Perdagangan, UMKM dan Pariwisata dan 3. Pengembangan Kualitas Sumber Daya Manusia Madani dan Berprestasi," tambahnya.
Di ujung sambutannya Herman Deru mengatakan, walaupun kegiatan ini baru terbatas siikuti Delegasi Dekanat dari berbagai Fakultas Ekonomi dan Bisnis, namun fenomena terkini menunjukkan bahwa makin banyak penelitian lintas disiplin ilmu dilaksanakan.
"Artinya kerjasama lintas disiplin ini makin menunjukkan bahwa baik eksakta maupun non eksakta masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.Dengan Kolaborasi akan didapatkan hasil yang maksimal untuk membangun Indonesia. Artinya Pembangunan yang berbasis hasil penelitian tentunya akan membuahkan hasil yang jauh lebih baik menuju Indonesia yang lebih siap bersaing di kancah global," ujarnya.
Di tempat yang sama Ketua DPN AFEBI Prof. Dr. Suharnomo SE.,M.Si mengatakan kehadiran Wapres pada sidang pleno ke-19 AFEBI ini menjadi menjadi bukti dukungan dari pemerintah terhadap institusi pendidikan tinggi serta memihak pada usaha kecil dan menengah seperti yang selalu didengungkan Wapres RI.