Jalan-Jalan ke Solo Tak Lengkap Tanpa Menyusuri Keraton, Pasar Gede hingga Kuliner Legendaris
wisata sejarah dan kuliner Solo--
LAHAT.CO - Kota Solo atau Surakarta menawarkan pengalaman wisata yang tidak hanya mengandalkan satu jenis destinasi. Wisatawan dapat menggabungkan perjalanan sejarah, budaya, arsitektur, kampung tradisional, hingga kuliner dalam satu rute.
Salah satu titik penting adalah Keraton Surakarta Hadiningrat. Kompleks ini menjadi salah satu pusat sejarah dan kebudayaan Jawa serta merupakan bagian dari perkembangan Kesunanan Surakarta setelah perpindahan pusat kerajaan dari Kartasura ke Surakarta.
Dari kawasan keraton, perjalanan dapat dilanjutkan menuju kawasan Pasar Klewer dan kampung batik. Kauman dan Laweyan dikenal sebagai kawasan yang memiliki keterkaitan erat dengan tradisi batik Solo.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Benteng Tua, Ini Perpaduan Arsitektur Lokal dan Eropa di Surosowan Banten
Gang-gang dan bangunan lama di kawasan tersebut memberikan suasana berbeda bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi kota yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Pasar Gede juga menjadi salah satu tujuan menarik. Pasar yang berada di pusat kota tersebut memiliki sejarah arsitektur yang kuat.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebut Pasar Gede dirancang oleh arsitek Belanda Thomas Karsten dan memiliki perpaduan gaya Jawa dan Belanda.
BACA JUGA:Rahasia Surosowan Terungkap, Peran Hendrik Cardeel dalam Membangun Kembali Keraton Banten
Bagi pencinta kuliner, Pasar Gede menjadi tempat yang menarik untuk berburu makanan tradisional. Berbagai pilihan seperti dawet telasih, jajanan pasar, makanan khas Solo, hingga hidangan yang dijual sejak pagi dapat menjadi bagian dari perjalanan.
Kuliner Solo juga tidak berhenti di kawasan pasar. Wisatawan dapat mencari selat Solo, timlo, serabi, nasi liwet, hingga berbagai jajanan tradisional yang tersebar di berbagai sudut kota.
Keunikan Solo terletak pada jarak sejumlah destinasi yang relatif berdekatan. Wisatawan dapat menyusun perjalanan yang memadukan tempat bersejarah pada pagi hari, wisata budaya siang hari, kemudian dilanjutkan dengan berburu kuliner menjelang malam.
BACA JUGA:Jangan Cuma Ikuti Tren! 10 Etika Penting yang Perlu Dipahami Turis Saat Liburan ke Jepang
Bagi yang menyukai fotografi, bangunan tua, pasar tradisional, keraton, dan kampung batik juga menawarkan banyak sudut visual. Namun, wisatawan tetap perlu menghormati aturan ketika berada di kawasan keraton atau permukiman warga.
Dengan perpaduan sejarah dan kuliner tersebut, Solo dapat menjadi pilihan perjalanan bagi wisatawan yang ingin menikmati kota dengan ritme lebih santai sekaligus kaya cerita.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
