Rahasia Surosowan Terungkap, Peran Hendrik Cardeel dalam Membangun Kembali Keraton Banten

Rahasia Surosowan Terungkap, Peran Hendrik Cardeel dalam Membangun Kembali Keraton Banten

arsitektur Kesultanan Banten--

LAHAT.CO - Keraton Surosowan di Banten menyimpan cerita panjang mengenai perkembangan arsitektur pada masa Kesultanan Banten.

Salah satu nama yang menarik perhatian dalam sejarah pembangunannya adalah Hendrik Lucasz Cardeel, seorang ahli bangunan berkebangsaan Belanda yang kemudian memeluk Islam.

Cardeel dikenal dengan gelar Pangeran Wiraguna setelah berada dalam lingkungan Kesultanan Banten. Catatan kebudayaan menyebut ia terlibat dalam pembangunan kembali Surosowan setelah kompleks tersebut mengalami kehancuran pada masa konflik antara Sultan Ageng Tirtayasa dan Sultan Haji.

BACA JUGA:Gunung Agung Bali dan Letusan Besarnya, Dari Jejak Bencana hingga Pesona Alam yang Tetap Memikat

Keterlibatan Cardeel memperlihatkan bahwa perkembangan arsitektur Banten tidak berlangsung dalam ruang yang sepenuhnya tertutup. Hubungan perdagangan dan politik dengan berbagai pihak membuat pengetahuan teknik bangunan dari luar ikut bersentuhan dengan tradisi arsitektur lokal.

Surosowan kemudian memiliki karakter yang kuat sebagai kompleks keraton sekaligus kawasan pertahanan. Tembok tebal, gerbang, serta berbagai struktur di dalam kompleks menunjukkan adanya kebutuhan untuk melindungi pusat pemerintahan.

Dalam perkembangannya, unsur pertahanan Eropa juga terlihat pada perubahan struktur tembok. Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten mencatat adanya perubahan fungsi dinding dari sekadar tembok keliling menjadi bagian pertahanan dengan unsur Eropa, yang dikaitkan dengan periode pembangunan kembali dan keterlibatan Cardeel.

BACA JUGA:Tradisi Memandikan Meriam Beranak di Kobar, Ritual Adat yang Jadi Ikhtiar Memohon Hujan

Namun, menyebut Surosowan sebagai bangunan yang sepenuhnya bergaya Eropa tentu kurang tepat. Kompleks tersebut tetap berkembang dalam konteks Kesultanan Banten dan lingkungan budaya Islam di Jawa bagian barat.

Perpaduan pengetahuan tersebut justru menjadi salah satu hal menarik untuk dipelajari. Surosowan memperlihatkan bagaimana teknologi, kebutuhan pertahanan, tradisi lokal, serta hubungan antarwilayah dapat bertemu dalam sebuah bangunan.

Kini, sebagian besar kompleks hanya tersisa dalam bentuk reruntuhan. Meski begitu, struktur yang masih terlihat memberikan gambaran mengenai skala dan kompleksitas pusat pemerintahan Kesultanan Banten pada masa lalu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: