Gerbang Kayu di Pati Ini Simpan Kisah Kebo Anabrang dan Legenda dari Masa Majapahit
wisata budaya Pati--
LAHAT.CO - Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memiliki sebuah peninggalan yang menarik perhatian karena bentuknya sederhana tetapi menyimpan cerita panjang.
Pintu Gerbang Majapahit yang berada di Dukuh Rendole, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, tercatat sebagai benda cagar budaya dan dikenal masyarakat melalui berbagai kisah yang berkembang secara turun-temurun.
Gerbang tersebut dibuat dari kayu jati dan memiliki bentuk pintu kupu tarung. Ukurannya sekitar 3,5 x 3,5 meter dengan sejumlah ukiran yang menampilkan unsur pewayangan serta gambaran yang dikaitkan dengan cerita Majapahit.
Saat ini, keberadaannya menjadi salah satu tujuan wisata edukasi bagi masyarakat dan pelajar yang ingin mengenal sejarah lokal.
BACA JUGA:Tak Hanya Melihat Candi, Ini Aktivitas Menarik Saat Wisata ke Borobudur
Di balik bangunan tersebut terdapat legenda tentang Kebo Anabrang atau Kebo Nyabrang. Dalam cerita yang berkembang di masyarakat, tokoh tersebut dikisahkan mendapat tugas membawa pintu gerbang dari wilayah Majapahit sebagai syarat untuk memperoleh pengakuan dari Sunan Muria.
Perjalanan membawa gerbang tersebut kemudian dikaitkan dengan wilayah Rendole. Dalam versi legenda yang berkembang, Kebo Nyabrang mengalami kelelahan sehingga berhenti dan menjaga gerbang tersebut.
Ada pula cerita mengenai perselisihan dengan Raden Ronggo yang berujung pada pertempuran sebelum akhirnya dilerai. Kisah tersebut merupakan bagian dari folklor atau tradisi tutur masyarakat sehingga tidak seluruh detailnya dapat diperlakukan sebagai fakta sejarah.
BACA JUGA:Meja Kerja Lebih Nyaman dan Rapi, Ini Rekomndasi Inspirasi Peralatannya!
Bahkan, sejumlah kajian lokal mempertanyakan apakah material gerbang benar-benar berasal dari zaman Majapahit karena kondisi kayu dan gaya ukirannya. Salah satu analisis menyebut adanya kemungkinan keterkaitan dengan langgam Lasem dan perkembangan wilayah Pati pada masa yang lebih kemudian.
Terlepas dari perbedaan antara legenda dan kajian sejarah, Pintu Gerbang Majapahit tetap menarik sebagai warisan budaya. Keberadaannya memperlihatkan bagaimana sebuah benda lama dapat menyimpan perpaduan antara sejarah, seni ukir, tradisi lisan, dan identitas masyarakat setempat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
