Kopi dan Kesehatan, Berapa Banyak Konsumsi yang Masih Wajar Setiap Hari?

Kopi dan Kesehatan, Berapa Banyak Konsumsi yang Masih Wajar Setiap Hari?

kopi dan kesehatan tubuh--

LAHAT.CO - Kopi menjadi salah satu minuman yang banyak dikonsumsi setiap hari. Selain rasanya, kandungan kafein membuat kopi sering dipilih untuk membantu meningkatkan kewaspadaan dan menemani aktivitas.

Menurut Food and Drug Administration atau FDA, bagi sebagian besar orang dewasa, konsumsi kafein hingga sekitar 400 miligram per hari umumnya tidak dikaitkan dengan efek negatif.

Namun, jumlah kafein dalam satu cangkir kopi dapat berbeda berdasarkan jenis kopi, ukuran sajian, dan metode penyeduhan.

BACA JUGA:Tren Rumah Estetik Makin Populer, Ini Inspirasi Dekorasi Minimalis ala IKEA

Karena itu, menghitung jumlah cangkir saja tidak selalu cukup. Kopi dengan ukuran besar atau kadar kafein lebih tinggi dapat memberikan asupan kafein yang berbeda dibandingkan secangkir kopi dengan ukuran lebih kecil.

Respons terhadap kafein juga berbeda pada setiap orang. Sebagian orang dapat mengalami sulit tidur, jantung berdebar, gelisah, atau gangguan pencernaan ketika mengonsumsi kafein dalam jumlah tertentu.

Waktu konsumsi juga perlu diperhatikan. Minum kopi terlalu dekat dengan waktu tidur dapat mengganggu kualitas tidur pada sebagian orang.

BACA JUGA:Outfit Harian ala Uniqlo, Tips Memilih Pakaian Nyaman untuk Kerja hingga Jalan-Jalan

Ibu hamil juga memiliki rekomendasi konsumsi kafein yang berbeda dan sebaiknya memperhatikan anjuran tenaga kesehatan. Orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau mengonsumsi obat tertentu juga dapat memiliki pertimbangan khusus.

Kopi sendiri tidak harus dihindari oleh semua orang. Yang penting adalah memperhatikan jumlah kafein dari seluruh sumber, termasuk teh, minuman energi, cokelat, dan produk lain yang mengandung kafein.

Dengan memperhatikan porsi dan respons tubuh, kopi dapat menjadi bagian dari pola konsumsi sehari-hari. Jika muncul keluhan setelah mengonsumsi kafein, jumlahnya dapat dikurangi atau dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: