Dihadapan Wapres, Herman Deru Kenalkan GSMP Pada Forum AFEBI dan Halal Summit 2022

Dihadapan Wapres, Herman Deru Kenalkan GSMP Pada Forum AFEBI dan Halal Summit 2022

Gubernur Sumsel H. Herman Deru mendampingi Wapres RI Prof. Dr. (H.C) K.H. Ma’ruf Amin meresmikan pembukaan Sidang Pleno XIX Asosiasi Fakultas Bisnis dan Ekonomi (AFEBI) dan Halal Summit 2022, di Hotel Whyndam Jakabaring Palembang. -Foto : dok/lahatpos.co-

BACA JUGA:Wapres Serahkan Bantuan Sosial kepada Masyarakat Sumsel

Dukungan sektor keuangan juga keniscayaan agar sektor riil ini bergerak tangkas. Triple F (food, fuel, and finance) menjadi pusat pertaruhan ekonomi yang tidak boleh kalah. 

Ketiga, pertumbuhan ekonomi tidak boleh berpunggungan dengan pemerataan kesejahteraan. Infrastruktur ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan teknologi mesti diselenggarakan secara serius ke seluruh sudut negeri. 

Hanya bila pertumbuhan ekonomi menyentuh semua lapisan, bukan dinikmati oleh segelintir orang, perekonomian akan terbang tinggi. Inilah jihad ekonomi bangsa. 

Tidak dapat dipungkiri, pemerintahan yang berhasil mengelola ekonominya dengan baik dan hati-hati memiliki ruang yang lebih leluasa untuk mengambil kebijakan yang tepat agar krisis dapat berpotensi pulih lebih cepat. 

BACA JUGA:Sertijab Kepala Perwakilan BPK RI Sumsel

Stabilitas dan pemulihan ekonomi bisa dilakukan dengan beberapa hal berikut di antaranya

Pertama, memperkuat suplai dan rantai pasok kebutuhan pokok agar tidak memunculkan gangguan distribusi barang dan jasa. 

Produksi dan distribusi bahan kebutuhan pokok harus dijaga sampai ke akar rumput supaya inflasi dapat dikendalikan sehingga tidak membebani ekonomi rumah tangga.

Kedua, menata kebijakan fiskal dan moneter secara hati-hati dan efektif dalam rangka menjaga stabilitas makroekonomi. 

BACA JUGA:Kendaraan Wapres Melintas di Dekat Mahasiswa Sumsel Unjuk Rasa

Kebijakan-kebijakan mesti tepat guna dan fokus kepada sasaran, misalnya subsidi diperuntukkan untuk kelompok masyarakat rentan dan anggaran dialokasikan secara efektif sesuai priotitas. 

Ketiga, mempercepat inovasi dan digitalisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. 

Keempat, mendorong pemerataan dan keadilan ekonomi.  Beberapa upaya yang telah dan dapat terus dilakukan Pemerintah ialah dengan mempromosikan bangun usaha koperasi, membatasi penguasaan lahan, memperluas akses modal bagi pelaku UMKM, optimalisasi BUMN, dan industrialisasi perdesaan yang berbasis sumber daya lokal. 

Selain itu upaya lain untuk mempertajam pembangunan agar bisa menyeimbangkan antara pertumbuhan dan pemerataan yang harus dilakukan menurutnta adalah dengan mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. Konsep ekonomi ini bersifat inklusif untuk semua warga negara dan pelengkap bagi sistem ekonomi nasional. Pemerintah sangat serius mendorong ekonomi dan keuangan syariah sehingga perkembangannya sampai saat ini sangat bagus. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait