Sedih Juga Warga Di Desa Ini Yang Selalu Terdampak Banjir Kalau Hujan, Begini Katanya

Sedih Juga Warga Di Desa Ini Yang Selalu Terdampak Banjir Kalau Hujan, Begini Katanya

Banjir di Desa Muara Maung akibat meluapnya Sungai Kungkilan --

LAHATPOS.CO, Merapi barat - Dampak banjir akibat meluapnya Sungai Kungkilan di desa Muara Maung yang kerap kali terjadi sehingga membuat warga desa Muara Maung cukup kesal.

Pasalnya, menurut warga menganggap tidak ada bentuk kepedulian dari pihak terkait untuk mengatasi banjir ini.

Nursibah yang merupakan warga Desa Muara Maung yang tempat tinggalnya berada di pinggiran Sungai Kungkilan beranggapan tidak ada kepedulian dari perusahaan yang diduga sebabkan meluapnya Sungai Kungkilan ini.

" Ya dari dulu kalau ada banjir orang-orang hanya datang, melihat tapi hingga sampai detik ini tidak ada bentuk bantuan atau solusi untuk mengatasi banjir ini."katanya.

"Bahkan selama 2 tahun ini saja sudah 4 kali banjir yang melanda. Belum lagi ditahun-tahun sebelumnya sama saja tidak ada bentuk kepedulian untuk mengatasi masalah banjir ini,

"Pernah juga kami sampaikan dengan pihak PT MAS saat itu kami ketemu dengan perwakilan PT MAS yaitu Redi, kami katakan, Di cube kamu lagi tiduk nyenyak lantaka banjir lemak ape dimak, dijawab nye dimak la yuk,

"Nah kendaknye ame la keruan adelah  hendaknya  bentuk kepedulian dari pihak perusahaan terhadap warga ini, dari malam hari sampai siang kami dak pacak tiduk karena banjir, kire-kire mak mane lah kalu musibah terjadi di keluarga kamu"

"Ya kalau anak-anak yang sudah besar masih mending pacak bergerak, tapi kalau anak-anak yang masih kecik ini cak mne nak berangkut ke pucuk dari malam sampai siang, bahkan kami sampai siang ini dak pacak tidur, mane la kerih mane la ngantuk "

"Kayak hari ini dari malam dari jam setengah 2 sampe siang ini dak pacak tiduk" kesalnya.

Bahkan jika ada banjir ada jeme datang moto-moto saje terus pegi dak katik buktinya nak kasih solusi, merikse tula katik buktinya.

"Kadangan tu kesal aku ni, jeme datang tu masih nak kasih solusi ayek kamu ni mak ini, solusi nye mak ini, lemak pule, ini idak abis moto-moto pegi."

"Dari jeme yang datang merikse ayek, merikse kambang tapi dak katik buktinya abis merikse udem, uturan tu masih nak kasih solusi atasi banjir ini, datang saje masih nak ade buktinye".

"Jadi Su'uzon jadiye tuape abis datang langsung pegi jangan -jangan nerima duit jeme yang moto-moto tu "

Kadangan tu seharian nian dide tiduk, bahkan waktu itu dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore berpenyap tula "keluhnya (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: desaa muara mang banjir