Conten Writer
GP ANSOR

250 Perwakilan Umat Katholik Kumpul di Palembang, Keuskupan Agung Palembang Gelar Sinode

250 Perwakilan Umat Katholik Kumpul di Palembang, Keuskupan Agung Palembang Gelar Sinode

Uskup Keuskupan Agung Palembang temui Gubernur Sumsel, Herman Deru SH. Rombongan Uskup diterima di ruang tamu Gubernur Sumsel, Selasa 20 September 2022.-Foto : Humas Pemprov Sumsel-

Lahatpos.co, Palembang - Uskup Keuskupan Agung Palembang temui Gubernur Sumsel, Herman Deru SH. Rombongan Uskup diterima di ruang tamu Gubernur Sumsel, Selasa 20 September 2022.

Wakil Ketua Kontingen Pesparani Sumsel Alphonsus Supardi, MM menyampaikan dalam waktu dekat Keuskupan Agung Palembang akan menyelenggarakan Sinode pada tanggal 27 hingga 29 bulan September di Kota Palembang. 

Ada 250 perwakilan umat katholik akan berkumpul di gedung Yayasan Xaverius Bangau.

Tahun 2023  Sumsel terpilih menjadi tuan rumah Orang Muda Katolik Nasional pada tanggal 26 sampai 30 juni 2023 total hadirin 2.300. 

Hal ini juga sebagai bentuk apresiasi kondusivitas kerukunan dan moderasi umat beragama di Provinsi Sumsel.

Uskup Keuskupan Agung Palembang juga menyampaikan akan menggelar Pelantikan Pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Sumsel.

Gubernur Sumsel  Herman Deru dikesempatan tersebut  menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumsel siap untuk memfasilitasi kegiatan yang akan diadakan Uskup Keuskupan Agung Palembang. 

Dia juga menilai kebersamaan dalam perbedaan dan keberagaman di Sumatera Selatan yang telah terjalin  perlu dipertahankan.

“Jadi apa yang sudah kita rasakan selama ini, mari kita pertahankan dan kita tingkatkan dengan menjunjung tinggi nilai nilai silaturahmi, Ini tradisi yang harus kita rawat, saya menyambut baik kegiatan ini,  dimana akan  banyak orang datang dan akan berdampak positif bagi pembangunan Provinsi Sumsel, terlebih hal ini menandakan Sumsel zero konflik yang telah terbukti,” katanya.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Herman Deru  menuturkan kerukunan umat beragama di Provinsi Sumsel  dapat terbangun dan sangat kondusif. 

Salah satu kuncinya, tradisi saling kunjung dan silaturahmi antarumat beragama.

“Saya bangga karena mendapat kunjungan silaturahmi dari umat beragama. Semua direspon dengan baik, meskipun dalam diskusi lanjutan, tidak semua dikabulkan. Dari semua unsur ini yang disampaikan semua akan kita respon sehingga hasil guna,” pungkasnya. (*)

 

Sumber: