Conten Writer
GP ANSOR

PT BSP dan PT MHP Diharapkan Jangan Tutup Mata, Kurang Peduli dengan Desa Lematang Jaya

PT BSP dan PT MHP Diharapkan Jangan Tutup Mata, Kurang Peduli dengan Desa Lematang Jaya

Foto panen sawit.-Foto : dok/lahatpos.co-

MERAPI TIMUR, LAHATPOS.CO - Mewakili dari masyarakat Desa Lematang Jaya Kecamatan Merapi Timur, Kepala Desa Lematang Jaya, Narto mengharapkan kepada PT BSP (Bumi Sawit Permai) dan PT MHP (Musi Hutan Persada), agar memberikan manfaat dari keberadaan perusahaan tersebut disekitar Desa Lematang Jaya.

Dari keberadaan kedua perusahaan tersebut (PT BSP dan PT MHP) yang berada disekitar Desa Lematang Jaya, masih sangat kurang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Bahkan terkesan tutup mata dan tidak peduli dengan desa.

Hal ini terungkap saat Kepala Desa Lematang Jaya Narto dibincangi lahatpos.co, Sabtu 17 September 2022. 

Narto menyebut kedua perusahaan ini sangat kurang kontribusinya ke desa. 

Bahkan beberapa bulan lalu, Desa Lematang Jaya mendapatkan bantuan untuk pembangunan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari Pemda Lahat untuk Desa Lematang Jaya.

Nah, karena kondisi lahan yang akan dibangun sekolah tersebut agak miring, sehingga pemerintah desa mohon bantuan alat berat kepada kedua perusahaan ini, untuk membantu meratakan lahan tersebut. 

Agar lebih rata, sehingga kondisi lahan lebih mudah untuk dikerjakan untuk pembangunan gedung sekolah.

Namun sampai saat ini, sudah lebih dari dua bulan belum ada jawaban dari pihak perusahaan. 

Bahkan, jika ditanyakan dengan humas, jawabannya hanya "Kami hanya sekedar menyampaikan ke pimpinan. Pimpinan yang memutuskan," ucap Narto.

"Jadi apa yang diharapkan dari keberadaan perusahaan PT BSP Dan PT MHP disekitar lingkungan desa, jika tidak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, untuk membantu pembangunan gedung sekolah saja susah," sesalnya.

Narto juga mengungkapkan, bahkan dulu pernah juga, sekitar sudah lebih satu tahun yang lalu. Dari MHP memberikan saya uang satu bulan Rp 200 ribu. Dan itu berjalan selama dua bulan. Jadi satu tahun itu Rp 400 yang saya terima.

Jadi itu berjalan selama dua bulan.

“Saya tidak tahu, uang itu maksudnya untuk apa,” ucapnya. 

"Ya kami mewakili masyarakat Desa Lematang Jaya berharap adanya keberadaan perusahaan di sekitar desa, tentunya harus memberikan manfaat yang positif untuk kemajuan desa," harapnya. (*)

Sumber: