Pelaksanaan SPMB 2026 di Lahat, Kadis Pendidikan Ajak Tolak Pungli dan Praktik Titip Kursi
Kepala Dinas Pendidikan Lahat, Niel Aldrin.-foto: Reri/Lahat Pos-
Lahat, lahatpos.co - Pemkab Lahat mengajak warga ikut mengawasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 agar berjalan bersih, transparan, dan bebas pungutan liar.
Kepala Dinas Pendidikan Lahat, Niel Aldrin mengatakan, keterlibatan masyarakat diperlukan untuk memastikan seluruh proses penerimaan siswa berlangsung adil sejak tahap awal pendidikan anak.
“Pada saat pelaksanaan SPMB tahun 2026, pelaksanaan ini harus kita kawal secara bersama, tidak hanya oleh panitia, kepala sekolah, guru, dan institusi lainnya, tetapi juga oleh seluruh warga masyarakat,” ujar Niel, Jumat (22/05).
Niel menegaskan, pelanggaran terkait suap dan pungli dalam proses SPMB akan diproses sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Dilarang melakukan atau menerima suap, pungli maupun gratifikasi yang berhubungan dengan proses SPMB. Kalau nanti terjadi, tentunya akan diproses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.
Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat juga meminta warga tidak percaya terhadap pihak yang menjanjikan kursi sekolah tertentu dengan meminta imbalan uang.
“Kami menghimbau kepada masyarakat, jangan sampai ada orang yang menawarkan jasa untuk memasukkan anaknya ke SD atau SMP tertentu dengan iming-iming harus bayar. Sekali lagi itu tidak benar,” katanya.
Menurut Niel, praktik pungli sejak awal pendidikan dapat berdampak buruk terhadap pembentukan karakter anak sehingga integritas harus dijaga sejak proses masuk sekolah.
“Hindari hal itu karena itu sudah masuk dalam upaya suap dan pungli maupun gratifikasi. Jaga anak-anak kita dimulai masuk dengan baik, jangan sampai dilakukan hal-hal yang kurang baik karena akan mempengaruhi anak itu sendiri,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


