Lapas Tanjungpandan Gandeng Puskesmas, Bank Sampah dan UMKM untuk Perkuat Pembinaan Warga Binaan

Lapas Tanjungpandan Gandeng Puskesmas, Bank Sampah dan UMKM untuk Perkuat Pembinaan Warga Binaan

Lapas Tanjungpandan Gandeng Puskesmas, Bank Sampah dan UMKM untuk Perkuat Pembinaan Warga Binaan-RERI ALFIAN-RERI ALFIAN

Lahat Pos — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan memperkuat program pembinaan Warga Binaan melalui kerja sama dengan sejumlah pihak, mulai dari bidang kesehatan, pengelolaan lingkungan hingga pemasaran produk hasil karya Warga Binaan.

Kerja sama tersebut dijalin bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Badau, Aira Berjaya Eco Edu Park dan Bank Sampah, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Nyulo Belitung, Senin (28/9/2026).

Kerja sama dengan sejumlah pihak tersebut mencakup layanan kesehatan bagi Warga Binaan, pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, serta perluasan akses pemasaran produk hasil pembinaan di Lapas Tanjungpandan.

Pada bidang kesehatan, kerja sama dengan UPT Puskesmas Badau mencakup layanan visiting secara terjadwal maupun on call melalui dokter penanggung jawab. Selain itu, kerja sama juga mencakup pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) infeksius yang berasal dari aktivitas pelayanan kesehatan di lingkungan Lapas.

BACA JUGA:Jelajah Surabaya, Menikmati Wisata Kota dan Menelusuri Jejak Sejarah Jawa Timur

Kepala Lapas Tanjungpandan, Muhammad Rolan, menegaskan kerja sama yang dibangun diharapkan tidak berhenti pada seremoni penandatanganan, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi Warga Binaan.

“Kami ingin setiap kerja sama yang dibangun tidak berhenti pada seremoni penandatanganan, tetapi benar-benar menghasilkan layanan dan program yang dirasakan manfaatnya. Mulai dari kesehatan, pengelolaan lingkungan, sampai pemasaran produk pembinaan, semuanya saling berkaitan dalam membangun Pemasyarakatan yang semakin berkualitas,” ujar Muhammad Rolan.

Kepala UPT Puskesmas Badau sekaligus Dokter Penanggung Jawab, Gemeinial, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memastikan Warga Binaan tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang layak dan berkesinambungan.

“Kerja sama ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk memastikan Warga Binaan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan berkesinambungan. Dengan adanya layanan _visiting_ terjadwal dan _on call_, koordinasi penanganan kesehatan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan terarah sesuai kebutuhan,” ungkapnya.

BACA JUGA:Wisata Solo, Menyusuri Warisan Budaya dan Menikmati Kuliner Khas untuk Liburan Santai

Di bidang lingkungan, Lapas Tanjungpandan menggandeng Aira Berjaya Eco Edu Park dan Bank Sampah untuk mengembangkan pengelolaan sampah terpadu berbasis ekonomi sirkular.

Program tersebut meliputi pemilahan, penimbangan dan pencatatan, pengumpulan, hingga pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna dan ekonomi.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Tanjungpandan, Alkok Marya, mengatakan pengelolaan sampah tersebut sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi Warga Binaan.

“Pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular tidak hanya berbicara tentang kebersihan, tetapi juga tentang perubahan pola pikir. Warga Binaan kita ajarkan bagaimana sampah dipilah, dikelola, dan dimanfaatkan sehingga memiliki nilai tambah. Ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus pembinaan kepribadian,” jelas Alkok.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait