Tembak Menembak
--
Rihlatul Ulfa
kepolisian indonesia mengira di awal akan mudah2 saja untuk membuat skenario pembohongan-mungkin menurut mereka, masyarakat akan setuju2 saja dengan pernyataan baku tembak itu. skenario yang berantakan, tentu mudah untuk orang indonesia melihat banyak kejanggalan,mungkin kepolisian lupa, masyarakat kita sangat hoby menonton sinetron yang skenario ceritanya bikin puyeng tujuh keliling itu hehe.mau bagaimana sudah terlanjur-dari pada ribet cctv di nyatakan ada lagi yg sebelumnya di bilang rusak,penangkapan bharada E di lakukan, tapi dengan jabatan yg begitu rendah,masyarakat tidak percaya dia melakukannya,akhirnya mau bagaimana lagi, sambolah yang memang harus jadi tersangkanya,kepolisian mikir 'sudah cukuplah sambo jadi tersangka-masyarakat pasti sudah puas' permasalahannya baru lagi,motifnya tidak masuk akal untuk di jadikan sebuah pembunuhan yang kejam. jika motif harkat dan martabat keluarga di jadikan final. apakah masyarakat yang ragu boleh mengatakan, 'kepolisian tidak memngungkap motif yang sebenarnya karena kemungkinan akan menyerempet kasus2 yang ada di tubuh Polri'
Harun Sohar
Lagi-lagi masalah apem. Barang satu itu bisa menimbulkan 1001 cerita dewasa dengan keseruan yang luar biasa. Sudah sewajarnya jangan remehkan masalah apem. Mungkin juga sudah saatnya masuk pendidikan ekstra kurikuler. Dibuat nyantai tapi serius. Diolah secara populer.
Putu Senda
<p class="MsoNormal" style="line-height: 15.6pt; backgro
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
