Lahat Pos, Lahat - Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, mengikuti kegiatan Senam Sehat Massal yang dirangkaikan dengan sosialisasi QRIS bertema “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah” di GOR Bukit Telunjuk Lahat, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti dengan antusias oleh masyarakat dan menjadi momentum untuk mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai sistem pembayaran digital dan penggunaan Rupiah.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih mengajak seluruh masyarakat untuk terus menerapkan pola hidup sehat melalui kegiatan olahraga yang dilakukan secara rutin.
Menurutnya, menjaga kesehatan merupakan hal penting yang harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan olahraga bersama seperti senam sehat, masyarakat tidak hanya dapat menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga mempererat kebersamaan dan silaturahmi.
BACA JUGA:Konsisten Jaga Keamanan, Lapas Lahat Intensifkan Razia Blok Hunian
Widia Ningsih juga menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme masyarakat yang hadir dan mengikuti kegiatan tersebut.
Ia berharap kegiatan-kegiatan positif seperti Senam Sehat Massal dapat terus dilaksanakan secara rutin di Kabupaten Lahat karena memberikan manfaat besar bagi kesehatan sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
Sementara itu, perwakilan Bank Indonesia yang hadir dalam kegiatan tersebut turut memberikan sosialisasi mengenai ketentuan dan manfaat penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Dalam sosialisasinya disampaikan bahwa biaya jasa atau Merchant Discount Rate (MDR) dalam transaksi QRIS tidak boleh dibebankan kepada konsumen. MDR merupakan biaya yang dikenakan kepada pelaku usaha oleh Penyelenggara Jasa Pembayaran dalam setiap transaksi menggunakan QRIS.
BACA JUGA:Kabapas Lahat Hadiri Serah Terima Jabatan Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin
Dalam sosialisasinya disampaikan bahwa biaya jasa atau Merchant Discount Rate (MDR) dalam transaksi QRIS tidak boleh dibebankan kepada konsumen. MDR merupakan biaya yang dikenakan kepada pelaku usaha oleh Penyelenggara Jasa Pembayaran dalam setiap transaksi menggunakan QRIS.
Bank Indonesia juga menegaskan bahwa sebagai regulator, Bank Indonesia tidak mengambil bagian dari biaya MDR tersebut.
Selain senam sehat dan sosialisasi QRIS, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya memahami dan menggunakan transaksi non-tunai yang aman, mudah, dan cepat.***