Tertarik Punya Alfamart Sendiri? Segini Biaya dan Estimasi Balik Modal 2026

Rabu 11-02-2026,00:09 WIB
Reporter : Reri
Editor : Reri

Lahatpos.co — Memiliki gerai Alfamart sendiri masih menjadi salah satu pilihan usaha yang diminati masyarakat pada tahun 2026. Dengan jaringan yang luas dan merek yang sudah dikenal, bisnis minimarket ini dinilai memiliki prospek yang menjanjikan, khususnya di wilayah padat penduduk dan kawasan strategis.

Untuk membuka gerai Alfamart dengan sistem waralaba, calon mitra perlu menyiapkan modal investasi awal yang bervariasi, tergantung pada ukuran dan tipe toko. Secara umum, biaya investasi untuk membuka gerai baru Alfamart berada pada kisaran Rp300 juta hingga Rp500 juta.

Biaya tersebut meliputi lisensi waralaba, peralatan dan perlengkapan toko, sistem kasir, instalasi listrik, pendingin ruangan, rak display, papan nama (signage), serta dukungan pembukaan awal. Namun demikian, biaya tersebut belum termasuk pembelian lahan atau bangunan apabila lokasi bukan milik sendiri.

Selain membuka gerai baru, Alfamart juga menyediakan opsi lain seperti konversi toko (mengubah toko kelontong menjadi Alfamart) dan take over gerai yang sudah beroperasi. Untuk skema take over, modal yang dibutuhkan umumnya lebih besar karena mencakup nilai goodwill dan kelanjutan sewa lokasi.

BACA JUGA:BNNK Empat Lawang Laksanakan Sekolah Bersinar di SRT 15 Empat Lawang

Dari sisi pengembalian modal, bisnis Alfamart memiliki estimasi balik modal (Break Even Point/BEP) yang relatif kompetitif. Dengan pengelolaan yang baik dan lokasi yang strategis, pemilik gerai berpotensi mencapai titik impas dalam waktu sekitar 18 hingga 36 bulan atau sekitar 1,5 sampai 3 tahun. Estimasi ini dipengaruhi oleh omzet penjualan, biaya operasional, gaji karyawan, sewa tempat, serta efisiensi manajemen toko.

Keunggulan utama bisnis Alfamart terletak pada kekuatan merek, sistem operasional yang sudah terstandarisasi, serta dukungan manajemen dari pusat. Namun demikian, calon mitra tetap disarankan untuk melakukan perencanaan matang, khususnya dalam pemilihan lokasi dan perhitungan biaya operasional, agar target balik modal dapat tercapai sesuai harapan.

Dengan tren konsumsi harian masyarakat yang stabil, bisnis minimarket seperti Alfamart masih dinilai memiliki peluang berkembang dan menjadi salah satu pilihan investasi ritel yang menjanjikan di tahun 2026.***

Kategori :