Sumsel Catat Kenaikan Produksi Beras dan Gabah Tertinggi Nasional, Bukti Keberhasilan Program Cetak Sawah

Jumat 03-10-2025,05:27 WIB
Reporter : Dian
Editor : Dian

Sumsel Catat Kenaikan Produksi Beras dan Gabah Tertinggi Nasional, Bukti Keberhasilan Program Cetak Sawah

OKI, Lahatpos.co - Provinsi Sumatera Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pertanian. Di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. H. Herman Deru, Sumsel mencatat kenaikan produksi beras dan gabah tertinggi di Indonesia pada periode Januari–November 2024, melampaui empat provinsi produsen beras besar lainnya.

Capaian itu disampaikan Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi Pertanian, Dr. Ir. Suwandi, M saat meninjau program cetak sawah di Desa Benawa, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten OKI, Kamis (2/10/2025). Ia menegaskan bahwa kenaikan tersebut merupakan capaian luar biasa yang patut diapresiasi.

Menurut Suwandi, Kabupaten OKI memiliki salah satu program cetak sawah terluas di Indonesia. Dari total 38.000 hektare lahan yang telah dilakukan Survei Investigasi dan Desain (SID), sebanyak 29.884 hektare sudah masuk tahap kontrak. “Ini sangat bagus karena sisanya tinggal sedikit lagi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program cetak sawah harus diikuti dengan keberhasilan pengolahan. Jika lahan tidak segera ditanami, maka hanya akan ditumbuhi rumput liar. Karena itu, percepatan bertanam menjadi ukuran suksesnya program.

Suwandi memastikan pemerintah pusat terus memaksimalkan dukungan peralatan dan mobilisasi alat pertanian. Ia juga mengingatkan pemerintah daerah dan Forkopimda untuk bekerja lebih keras, terutama memasuki musim penghujan pada Oktober.

“Saya percaya Sumsel bisa menjadi percontohan terbaik di luar Pulau Jawa,” kata Suwandi. Menurutnya, program ini dipantau langsung oleh Menteri Pertanian sebagai upaya strategis memperkuat ketahanan pangan nasional.

Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa Sumsel memiliki potensi luar biasa di sektor pertanian. Ia mengajak masyarakat untuk bersyukur atas anugerah alam yang dimiliki dan mengelolanya secara berkelanjutan demi anak cucu di masa depan.

“Kita harus menjaga warisan ini. Kekayaan alam tidak hanya untuk dieksploitasi, tetapi juga diwariskan dalam kondisi membanggakan,” ujar Herman Deru. Ia menegaskan keberlanjutan menjadi kunci, termasuk dalam reklamasi lahan pascatambang.

Lebih lanjut, Deru menyampaikan Sumsel kini semakin kuat sebagai penyangga pangan nasional. Kebijakan Presiden yang melarang impor beras menjadi pemicu semangat petani untuk terus meningkatkan produksi.

Menurutnya, Sumsel tahun ini mendapat program cetak sawah seluas 48.000 hektar, di mana 18.000 hektar berada di OKI. Dengan dukungan tersebut, produksi gabah kering giling Sumsel naik signifikan. Hingga September 2024, kenaikan sudah mencapai 600 ribu ton dari target 2,9 juta ton.

“Sumsel mencatat sejarah, belum pernah produksi melonjak mendekati 3,5 juta ton,” ungkap Deru penuh semangat. Ia yakin Sumsel bisa naik dari posisi lima besar menjadi tiga besar produsen beras nasional.

Di akhir kunjungan, Herman Deru mengajak semua pihak memanfaatkan lahan kosong sesuai aturan yang berlaku. Ia menegaskan, OKI berpotensi besar menjadi primadona pangan Indonesia, sekaligus mendorong Sumsel semakin kokoh sebagai lumbung pangan nasional.

Kategori :