5. Kebersamaan ulama dan umara harus terus dilakukan. Dari pertemuan ini, diharapkan menjadi tonggak awal munculnya Jam'iyyah masyayikh yang bisa membarengi pemerintah demi keberlangsungan dan kedamaian bangsa.
6. Untuk daerah Papua serta beberapa daerah berkembang lainnya, dimohon program keagamaan yang telah berjalan atau berkembang jangan sampai mengalami kemunduran. Selain itu, hendaknya ada pemerataan lulusan pesantren yang difasilitasi oleh pemerintah, sehingga alumni pesantren dapat mengamalkan ilmunya dan menjangka daerah pelosok.
7. Mengenai masalah radikalisme, hendaknya pemerintah lebih serius dalam mengatasinya khususnya di daerah-daerah rawan konflik.
8. Pemerintah harus melibatkan tiga unsur sebelum mengeluarkan kebijakan, yakni unsur pemerintahan, keagamaan, dan adat istiadat setempat.
Bukan. Ini bukan deklarasi pada Ganjar. Para masyayikh ini terlalu agung untuk acara-acara seremonial dukung-mendukung.
Namun kepercayaan para kyai untuk menitipkan poin-poin penting bagi bangsa ini kepada Ganjar, nilainya lebih dari sekedar sorak sorai deklarasi. Beliau-beliau ini tidak mungkin menitipkan pesan-pesan itu jika tidak percaya pada Ganjar. Gus Baha dan Gus Mus tidak mungkin berkenan hadir jika tidak percaya Ganjar mampu menerima amanat sebesar itu.
Saya hanya bisa mengamini apa yang menjadi doa dan pengharapan para kyai. Semoga bangsa ini benar-benar mendapatkan pemimpin yang tepat. Yang bisa menjadi harapan umat. Harapan seluruh masyarakat.*