Lebih lanjut Herman Deru yang juga selaku Pembina Pemuda Tani Indonesia Provinsi Sumsel menegaskan setelah lantik kepengurusan ini, maka sudah ada tanggung jawab besar yang menunggu di depan mata, yakni problem pertanian dari kluster profesi.
Saat ini yang menjadi petani justru usia yang mendekati pensiun.
Masih sangat jarang yang usia produktif.
BACA JUGA:Perempuan Terlantar Pika Miranti dan Anaknya Naik Bus Sinar Dempo
Petani selalu profesi terakhir.
Oleh sebab itu pemuda harus ajak untuk tertarik menjadi petani.
Dia menjelasakan potensi pertanian Sumsel masih sangat banyak dan luas dengan kondisi demografi dan topografi yang beranaeka ragam.
Tugas kalian Pemuda Tani Indonesia memberikan contoh, memberikan keteladanan bagi dalam peningkatan produktifitas.
BACA JUGA:Babinsa Koramil 405-03/Kikim Ajak Warga Aktifkan Pos Ronda
Profesi petani adalah profesi terhormat dan menjanjikan dalam meningkatkan penghasilan.
Sementara DPD Pemuda Tani Indonesia Provinsi Sumsel, Adzanu Getar Nusantara dalam sambutannya menegaska, organisasi Pemuda Tani Indonesia adalah organisasi yang beranggotakan kalangan anak muda yang siap untuk meregenerasi para petani selanjutnya.
Berdasarkan survei jumlah petani ada di rentan usia 45-65 tahun keatas.
Sementara penduduk Indonesia petani muda dengan kisaran usia 30 tahun yang prontasenya hannya ada 10 persen.
BACA JUGA:Babinsa Koramil 405-11/TS dan Siswa MA Al-Ikhlas Bersihkan Tugu Perjuangan
Pemuda Tani Indonesia lanjutnya akan berfikir keras dalam upaya pengutan ketahanan Indonesia hingga 50 tahun kedepan.
Karena itu dia mengajak petani milenial lebih aktif berpartisipasi mengembangkan sektor pertanian dengan cara yang lebih modern diwilayah mulai dari perdesaan.