Isi Grup WA, Penyebab Kanit Provos Tembak Aipda Karnain

Senin 05-09-2022,16:54 WIB
Editor : Dian

Dari informasi yang dihimpun , kronologis kejadian Aipda A. Karnain didatangi Aipda RH. 

Ketika Aipda A. Karnain membuka pintu rumah, Aipda RH langsung mengacungkan pistol sekitar pukul 20.30 WIB, Minggu malam, 4 September 2022.

Korban langsung ditembak di dada kiri tembus punggung. Korban lari masuk rumah hendak mengambil pistol di dalam kamar. Sebelum sampai kamar, korban tersungkur bersimbah darah di depan istri dan kedua anaknya. Pelaku langsung kabur.

Pada pukul 02, 15 WIB, pelaku ditangkap dirumahnya di Kampung Karangendah, Kecamatan Terbanggibesar. 

BACA JUGA:Mapala UIN Raden Fatah, Dua Hari Taklukan Sungai Musi Empat Lawang

Salah satu warga Waypengubuan, Sutik, mengaku tidak menyangka dengan peristiwa ini.

"Gua nggak nyangka aja. Pelaku diketahui pendiam. Sedangkan korban biasa ceplos-ceplos. Nggak tahu pasti penyebabnya," ucapnya.

Sedangkan anggota DPRD Lampung Tengah Toni Sastra Wijaya berharap Polres Lamteng dan Polda Lampung menuntaskan kasus ini. 

"Kasus ini harus dituntaskan. Jangan sampai informasi yang berkembang simpang siur," ucapnya.

BACA JUGA:Rutin Setiap Senin, Pemdes Tanjung Payang Gelar Apel

Motif penembakan polisi oleh polisi di Lampung Tengah diungkap Polres Lampung Tengah dan Polda Lampung. Kasus ini terjadi karena tersangka tersinggung terhadap korban.

Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan bahwa berdasarkan keterangan tersangka Aipda RH, korban Aipda Ahmad Karnain sering menggunjing serta menjelek-jelekkan dirinya dan keluarganya sehingga mengakibatkan tersangka emosi.

"Tersangka melihat sendiri di grup WA bahwa korban mengatakan istrinya belum membayar arisan online, " jelasnya. 

Kemudian Kapolres Lamteng AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya melanjutkan, setelah membaca di group WA tersangka selalu memikirkan korban. 

"Kebetulan malam itu tersangka sedang piket  di kantor. Tersangka ditelepon oleh istrinya karena sakit panas sehingga memutuskan untuk pulang. Di saat perjalanan pulang, tersangka  mengingat omongan korban yang sering menjelek-jelekan dirinya," ujarnya.  Tersangka memutuskan untuk mendatangi rumah korban.

"Saat tiba di rumah korban, ternyata korban sedang duduk di depan rumah. Tersangka memanggil korban. Korban hendak membuka gerbang untuk mendatangi tersangka. Ternyata tersangka langsung menembakan senjatanya. Satu kali tembakan tepat mengenai dada kiri korban. Korban sempat berlari masuk ke rumah, namun korban terjatuh tepat di depan istri dan anak istrinya. Korban sempat dibawa ke rumah sakit oleh keluarga dan tetangga, sayang nyawanya sudah tidak tertolong lagi, " katanya. 

Kategori :