UPTD Puskesmas Jarai Imbau Warga Waspada Rabies Akibat Gigitan Hewan
UPTD Puskesmas Jarai Imbau Warga Waspada Rabies Akibat Gigitan Hewan-Reri Alfian -Reri Alfian
LAHATPOS.co – Masyarakat di Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus rabies akibat gigitan hewan penular, khususnya anjing.
Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Jarai, dr. Hj. Icah Paramitri, M.Kes, mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi lintas sektor serta memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama pemilik hewan peliharaan, sebagai upaya pencegahan penyebaran rabies.
“Kami akan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mewaspadai kasus rabies,” ujar dr. Icah saat diwawancarai wartawan di kantornya, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan, masyarakat diminta untuk lebih memperhatikan hewan peliharaan seperti anjing, kucing, maupun kera (monyet), karena hewan-hewan tersebut dapat menjadi penular virus rabies.
BACA JUGA:Bapas Lahat Laksanakan Sidang TPP untuk Usulan Integrasi Klien
Selain itu, dr. Icah juga mengingatkan agar masyarakat tidak langsung membunuh hewan yang menggigit. Menurutnya, hewan tersebut perlu dipantau selama 14 hari.
“Tolong jangan langsung dibunuh anjing, kucing atau kera yang menggigit. Hewan tersebut perlu dipantau selama dua minggu. Apabila dalam masa pemantauan hewan tetap sehat, maka tidak diperlukan vaksin anti rabies untuk manusianya,” jelasnya.
Meski demikian, dr. Icah memastikan ketersediaan vaksin anti rabies (VAR) di UPTD Puskesmas Jarai dalam kondisi aman. Namun ia menegaskan bahwa langkah pencegahan tetap menjadi prioritas utama.
“Untuk ketersediaan vaksin ada. Namun alangkah baiknya kita mencegah. Jauhi hewan penular rabies seperti anjing, kucing dan kera,” tambahnya.
BACA JUGA:Ungkap Kasus Kejahatan Lalin Jembatan Muara Lawai Dapatkan Apresiasi dan Dukungan Menko AHY
Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihak Puskesmas Jarai telah beberapa kali melayani masyarakat terkait laporan kasus gigitan hewan penular rabies. Setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti dengan cepat melalui penanganan medis dan langkah pengamanan.
“Hingga saat ini sudah ada beberapa kali laporan, dan setiap ada laporan kami langsung melakukan tindakan dan pengamanan secepatnya,” pungkasnya.***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

