Seluruh Ahli Gizi MBG Tergabung dalam DPC PERSAGI Kabupaten Lahat, Ini Harapannya
Ketua DPC PERSAGI Kabupaten Lahat Syamsul Bahri, S. Tr. Gz.-foto: dian lahat pos-
Lahat, lahatpos.co - Ketua DPC PERSAGI Kabupaten Lahat Syamsul Bahri, S. Tr. Gz mengungkapkan, seluruh ahli gizi pada Makanan Gizi Gratis (MBG) tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Ahli Gizi (DPC PERSAGI) Kabupaten Lahat.
Ada sebanyak 105 ahli gizi di Kabupaten Lahat. Semua tersebar di puskesmas, RSUD, klinik, dan SPPG.
Ini artinya, DPC PERSAGI Kabupaten Lahat mempunyai kewenangan dan komitmen dapat menilai menu-menu yang disajikan ahli gizi kira-kira sesuai tidak. Apakah disukai oleh anak-anak.
Sehingga pada kegiatan Pencatatan MURI Edukasi Gizi Serentak di Sekolah, Hari Gizi Nasional ke-66 Tahun 2026, DPC PERSAGI Kabupaten Lahat langsung melakukan koreksi menu, terhadap siklus menu yang ahli gizi siapkan dalam jangka 10 hari, bahkan 30 hari.
Pada kesempatan itu, DPC PERSAGI Kabupaten Lahat langsung melakukan pengecekan, kimana kira-kira menu yang perlu dilakukan perbaikan, mulai dari menu hewani, nabati, protein, sayur-sayuran, dan buah-buahan.
Berdasarkan masukan anak anak murid, diharapkan nanti dilakukan perbaikan terhadap menu-menu MBG kedepannya. “Artinya disini peran serta ahli gizi, terutama DPC PERSAGI Kabupaten Lahat mudah-mudahan akan terus berlangsung untuk menyukseskan program MBG,” ujarnya.
Sebagai Ketua DPC PERSAGI Kabupaten Lahat, Syamsul Bahri menyampaikan harapan kepada ahli gizi. Bahwa mereka yang menjadi ahli gizi tergabung dalam MBG, adalah rata-rata ahli gizi yang masih fresh graduate, artinya ilmu-ilmu yang mereka dapatkan terutama praktek kuliner, pratek gizi makanan untuk orang banyak, itu benar-benar mereka praktekkan di lapangan melalui MBG.
“Mereka (ahli gizi) sudah dikontrak di SPPG, mudah-mudahan mereka akan bekerja professional. Ahli gizi itu harus bekerja sesuai SOP mereka atur. Kalau kita kerja sesuai SOP, jika terdapat kejadian luar biasa, maka kita (ahli gizi) tidak salah lagi. SOP pada dapur SPPG sangat ketat. Mulai dari belanja bulanan, pemilihan bahan, penyusunan menu, pembelian barang-barang sesuai SOP. Artinya menu yang dimasak pada SPPG yang berkualitas. Kita berharap kejadian-kejadian yang pernah kita dengar di televisi dan media lainnya, mudah-mudahan tidak terjadi di Kabupaten Lahat,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
